Newsflash:
  • MENGAPA PERLU MEMBENTUK JARINGAN KURIKULUM Oleh Sutjipto (Kepala Bid... Read More
  • Jakarta – Meski selama ini olimpiade identik dengan mata pelajaran matema... Read More
  • MADIUN, MINGGU - Indonesia baru, adalah Indonesia maju dan modern dengan ... Read More
  • PSIKOLOG dari Universitas Negeri Padang (UNP) Dr Syahniar M.Pd, Kons, memin... Read More
  • Sekolah Bertaraf Internasional? Gak Usahlah! JAKARTA, SELASA- Pengamat pen... Read More
     
Keluarga Harus Tingkatkan Empati pada Anak PDF Print E-mail
Written by webmaster   
Friday, 26 December 2008 15:08
PSIKOLOG dari Universitas Negeri Padang (UNP) Dr Syahniar M.Pd, Kons, meminta keluarga agar lebih kuat meningkatkan empati pada anak karena depresi mental pada mereka kini cenderung tinggi sehingga perkembangan sikap mental dan kepribadian mereka makin terganggu.

"Perkembangan mental anak khususnya pelajar terganggu, karena tekanan beban pelajaran di samping kuatnya pengaruh negatif lingkungan salah satu dampak dari kemajuan teknologi," katanya.

Ia menyampaikan itu terkait pengamatannya berdasarkan evaluasi sepanjang tahun 2008 atas sejumlah bimbingan konseling yang diberikan pada pelajar, orangtua siswa dan masyarakat pada Labor Unit Pelayanan Bimbingan Konseling (UPBK) UNP.

Data UPBK --juga melayani bimbingan konseling  bagi peserta di Sumbar dan luar Sumbar seperti Jambi, Riau, Bengkulu, dan Jakarta -- selama 2008 itu menunjukkan, banyaknya permintaan bimbingan ke UPBK pada tingkat pelajar adalah tingginya beban pelajaran  selain itu minimnya komunikasi antara orang tua dan anak.

Prediksi 2009, orang tua akan mengalami beban cukup berat dalam mengasuh dan memelihara anak, karena kini pengaruh globalisasi, informasi dan teknologi makin kuat. Menurut dia, pelajar dalam usia remaja mereka sangat rentan karena  pada masa pancaroba, pubertas mereka cenderung mencari jati diri dan membutuhkan pergaulan seusianya.
    
"Pada masa puber itu anak membutuhkan perhatian dari orang terdekatnya yakni keluarga, tetapi jika komunikasi tidak lancar mereka akan mencari tempat lain untuk mencurahkan isi hatinya (curhat) pada orang lain," katanya.

Pada posisi itu, katanya lagi, remaja suka membentuk geng yang mereka yakini bagian dari wahana berkumpul untuk saling berbagi isi hati dan rasa. Jika kelompok mereka baik, remaja bisa berkembang dengan baik pula, tetapi jika kelompok atau geng tersebut jelek remaja justru akan makin kehilangan jati diri dan cenderung berprilaku menyimpang, terlibat tawuran, narkoba dan minuman keras.

"Karenanya orang tua perlu lebih kuat memperlihatkan empati pada anak, yakni prilaku positif keluarga untuk ikut merasakan apa yang sedang dialami anak, apa yang sedang dirasakannya, apakah dia mendapatkan persoalan atau hambatan dalam pelajaran dan pergaulan?" katanya.

Selain itu, tambahnya, komunikasi secara intens juga perlu lebih ditingkatkan karena remaja akan bisa diarahkan oleh keluarganya ke jalan yang baik jika mereka mendapat persoalan. 
 

Ujian Nasional

Setiap tahun masalah yang berkaitan dengan Ujian Nasional selalu saja menjadi momok bagi siswa, guru, sekolah dan orang tua. Pro dankontra selalu terjadi.

Yang penting sekarang adalah bagaimana menyiapkan diri untuk meraih prestasi sebaik-baiknya.

RocketTheme Joomla Templates